SEJARAH KALI KEBONAGUNG KEBONSARI JAMBANGAN SURABAYA

 

Sungai merupakan suatu kebutuhan penting bagi masyarakat di sekitarnya,sebagai pelengkap ekosistem yang sebagaian keberadaannya tergantung pada manusia itu sendiri,begitu pula dengan sungai yang berada di wilayah kebonsari,dalam hal ini kami ingin mengingat-ingat semampunya dan menterjemahkan dalam tulisan tentang  sejarah yang berkaitan dengan sungai kebonagung wilayah kebonsari  ( Bok Orong-orong dan Miskot ) tempo dulu.

Mengikuti perkembangan yang begitu cepat di wilayah kebonsari perlu kiranya dibuatkan buku sejarah beserta dokumentasinya,agar dapat menjadi bahan kajian dan evaluasi ke depan dengan harapan agar dapat bermanfaat bagi kita saat ini dan generasi yang akan datang dalam mensikapi keadaan yang berkenaan dengan seputaran sungai pada khususunya dan secara umum lingkungan disekitar kita,selanjutnya semoga kita selalu dapat berperan aktif untuk menjaga,melestarikan dan mencarikan solusi terbaik bila terjadi permasalahan yang berkaitan dengan lingkungan.

Dalam  tulisan ini mencakup tentang sejarah sungai Kebonagung  wilayah Kebonsari tempo dulu,pembangunan Rumah pompa,himbauan-himbauan seputaran sungai,tentang banjir,penyebab dan penyelesainnya lengkap dengan dokumentasinya.

Dulu sungai Kebonagung wilayah  kebonsari merupakan sumber kehidupan yang sangat penting,selain berfungsi sebagai irigasi / pengairan sawah dan ladang,sungai juga berfungsi untuk memandikan hewan ternak seperti kerbau,sapi dan lain-lain,bagi warga sekitar sungai juga di jadikan tempat untuk mandi sambil belajar berenang dan tempat untuk mencari ikan,sumur-sumurpun sangat jernih,untuk minum,mandi,cuci pakaian dll,bahkan buang air besarpun juga di sungai.

Orang-orang Kebonsari yang lahir sekitar tahun 1980-an ke bawah tentu masih ingat bagaimana jernihya sungai Kebonagung,terutama di dekat perempatan kebonsari tengah,orang kebonsari menamai  bok orong-orong ( dekat masjid Al-Hikmah kebonsari ),yang penuh dengan sejarah.Di perempatan Kebonsari dulu sebagai batas wilayah,yang sebelah utara namanya Kebonagung dan yang selatan namanya Cemekok.

Di Sungai bok orong-orong hampir setiap hari banyak anak-anak dan orang dewasa mandi dan berenang disitu,bahkan bukan hanya warga kebonsari saja,banyak yang dari luar,seperti Pagesangan,Jambangan,Karah,Ketintang,-                          Pulo Wonokromo dll,apalagi kalau hari minggu sangat ramai sekali.Disitu airnya sangat jernih dan di dukung pepohonan yang sangat Rindang sehingga sangat teduh dan asri,hal itu yang membuat  senang untuk mandi dan berenang di sungai bok orong-orong,bahkan pernah di buat lomba dayung,panjat pinang.Ibu Wali kota Surabaya ( Tri Risma Harini ) bersama siswa sekolah yang ada di Kebonsari pernah menebarkan bibit ikan di sungai tersebut dan di liput media masa. 

Dengan ramainya anak  mandi di sungai yang tanpa pengawasan menyebabkan  sering terjadi anak tenggelam bahkan sampai meninggal dunia,kebanyakan yang meninggal bukan dari warga kebonsari,ketahuannya bila anak-anak sudah pada naik ke darat ternyata masih ada tersisa baju,- celana dan sepeda pancal,setelah di cari ternyata ada  yang tenggelam dan meninggal dunia.Walau demikian tidak membuat sungai Bok orong-orong menjadi sepi,anak-anak tetap mandi dan berenang dan tetap ramai setiap hari,di sebelah barat ada dam dan di atas tanggul anak-anak menceburkn diri sambil salto jungkir balaik menceburkan diri di sungai.Kamipun kalau pulang sekolah tidak langsung kerumah tapi mampir mandi dulu sambil bermain bersama teman-teman,sekolah kami tidak jauh dari situ yaitu di SD Darul Ulum.



 SUNGAI MISKOT

Di sebelah Timur Makam RW I Kelurahan Kebonsari ada sungai yang oleh orang Kebonsari diberi nama  Miskot,airnya sangat jernih merupakan terusan dari sungai bok orong-orong,di situ juga sangat erat kaitannya dengan kehidupan orang kebonsari dan sekitarnya.Sungai  dimanfaatkan oleh warga untuk mandi,belajar berenang dan juga untuk memandikan hewan ternak,bahkan buang air besarpun juga di sungai,di tepi sungai di beri tangga terbuat dari bambu  (Babakan)  atau WC Hallykopter.ikan-akanpun sudah ngantri di bawah untuk memakan kotoran tersebut,dapat terlihat dengan jelas sekali.

Di tepian sungai banyak di tumbuhi pepohonan yang sangat rindang,menambah keasrian dan kesejukan suasana,dalam sungai  tersebut juga  banyak ikan dan udang,bila sungai di keringkan dasarnya kelihatan hamparan pasir yang lembut,kalau di injak tidak akan ambles,di kala air pasang kelihatan sangat jernih,saking jernihnya sampai-sampai ikan yang berenang dapat kelihatan dari darat.wargapun banyak yang memancing hanya berbekalkan bahan dari potongan bambu di kasih senar dan umpannya pakai cacing.


Di sebelah Timur sungai terdapat hamparan sawah yang sangat subur,ada jalan setapak dan tegalan yang di manfaatkan warga untuk menanam ketela pohon,ketela rambat,pisang,sayur mayur dan lain- lain,untuk penyeberangan di bangun jembatan yang membentang dari barat ke timur juga diberi Dam  berfungsi untuk mengairi sawah  dan mengendalikan air agar tetap stabil walau di musim kemarau. 

Bangunan Dam tersebut merupakan sejarah peninggalan belanda,terbuat dari batu kali dan kontruksinya pakai besi lempengan yang biasa di pakai Rel kereta api,di seputaran Dam bawa ada bangunan  menonjol yang berfungsi untuk tempat mandi dan memperbaiki Dam apabila mengalami kendala.Sisa-sisa jembatan  dan Dam sekarang masih kelihatan sebagai saksi sejarah,mari kita rawat dan jaga.

Pemandangan sehari-hari yang juga dapat dilihat yaitu ikan di sungai dekat Dam sering melompat-lompat di atas permukaan air dengan di iringi gemercik air yang mengalir di seputaran   Dam dan kalau orang-orang menyeberang lewat jembatan dari barat ke timur atau sebaliknya harus pegangan besi yang membentang di sebelah jembatan,karena jembatannya  sempit dan  sungainya sangat dalam sekali takut kalau kejebur.

Bila bulan puasa tiba banyak anak-anak yang menghabiskan waktunya di tepian sungai untuk mengail ikan sambil bermain,ada juga yang mencari kijing dan remis,mulai pagi hingga sore sambil  menunggu saat bebuka puasa karena  anak sekolah kala itu bila bulan puasa libur sampai  I Bulan. 

Anak-anak  sangat riang sekali menikmati suasana alam bebas,alangkah indahnya bermain di tepi sungai sambil membuat mainan dari tanah liat,sesekali menceburkan diri ke  sungai,sambil berkejar-kejaran dan menengelamkan diri ke dalam sungai,karena bila sungai pasang sangat dalam sekali,bila tidak hati-hati bisa tenggelam.

Pada sekitar tahun 1985an,ada pembangunan jalan Tol yang menghubungkan Surabaya dengan Malang,sehingga sawah yang terlewati jalan tersebut harus di uruk,dengan di uruknya sawah tersebut otomatis memutus jalur penghubung dari kebonsari menuju sawah yang ada di sebelah timur,apalagi dengan telah di bangunnya Apartemen Sejahtera di wilayah Kebonsari yang dipagar keliling,maka aktifitas warga sudah agak terbatas,sawah-sawahpun sudah banyak yang beralih fungsi menjadi bangunan / perumahan,akhirnya pemandanganpun juga berubah,yang dulu sangat indah,sejuk dan asri,sekarang menjadi pemandangan bangunan,panas dan pengap.

Di wilayah kebonsari  dan sekitarnya akhir-akhir ini apabila hujan banyak  wilayah yang tergenang air  dan  banjir,hal tersebut  sudah menjadi langganan dan sudah bisa diprediksi tiap tahun sehingga  bila musim hujan tiba  warga sudah bersiap-siap  membuat dampingan atau tanggul kecil di depan rumah masing-masing untuk mengantisipasi agar air tidak masuk ke rumah. Menjelang tahun baru, pada  tanggal 31 Desember tahun 2011( akhir tahun ) terjadi hujan yang sangat lebat dalam jangka waktu yang agak lama,debit air sangat tinggi sehingga dengan cepat masuk ke rumah - rumah warga.Hal tersebut sempat kami abadikan  dengan Handy Cam dengan harapan suatu saat nanti bisa menjadi bahan kajian oleh pihak - pihak yang terkait dengan masalah tersebut dan dapat di carikan solusi,sehingga pada musim hujan berikutnya tidak terjadi hal yang sama.

Wilayah kebonsari Jl.Manunggal depan Kebonsari Regency

                       Wilayah kebonsari Gg.I                                                      

E.      MENCARI PENYEBAB BANJIR




 

Wilayah belakang UNMER

Setiap akibat pasti ada sebabnya,kami malakukan penyusuran sungai kebonagung untuk mencari tau penyebab banjir.Dalam penyusuran tersebut kami temukan bahwa kondisi kali kebonagung sangat memprihatinkan,mulai dari Kebonsari-Jambangan sampai Dam Kincir wilayah Ketintang selatan terjadi endapan/sedimen yang mengeras dan  telah  ditumbuhi ilalang.bahkan di lokasi Dam tersebut banyak sampah yang menyumbat aliran air.Sungai yang dulu  lebarnya +6m ternyata hanya tinggal +3m.Di wilayah RW I Kelurahan Kebonsari sungai juga di manfaatkan  oleh warga untuk budi daya ikan dengan media keramba + ada 60 keramba,Dengan temuan-temuan tersebut,segera kami koordinasikan dengan jajaran MUSPIKA kec.Jambangan Surabaya

  Keramba wilayah RW I Kebonsari     DAM Kincir Ketintang selatan tersumbat sampah           Gayung Kebonsari RS.Mata

 

 

F.      MENCARI SOLUSI BANJIR ( AWAL PEMBAHASAN RUMAH POMPA )  

 

 Pada tanggal 09 Januari 2012  diadakan pertemuan di Kantor kecamatan jambangan yang  dihadiri oleh ; DPU BMP Bpk Cahyo Utomo dari DKP Bpk Hartoyo,Bpk Camat Jambangan,Ibu Muji Astuti Kasi Fisik Kecamatan Jambangan,Bpk Lurah Karah,Jambangan,Kebonsari.Pagesangan dan ketua LKMK se Kecamatan Jambangan.Dalam kesempatan pertemuan tersebut kami menjelaskan tentang temuan seputar titik-titik pendangkalan sungai kebonagung dan memberikan dokumentasi  tentang Banjir akhir tahun dan pendangkalan sungai Kebonagung kepada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan.Rapat di mulai Pkl 10.00 wib sampai 12.30 wib.

Telah kami abadikan dengan Handy Cam.

 

Dalam prakata Bpk Cahyo Utomo menjelaskan : Permasalahan genangan air tidak bisa dilakukan satu sektor saja,harus lintas sektor.±80% genangan air yang ada di Kota Surabaya terjadi karena Faktor manusia di antaranya terkait dengan sampah,tidak terkontrolnya bangunan di sektor tepi yang tidak ada bak kontrolnya,out lite dll,dengan adanya bangunan yang berada di tepi sungai mengakibatkan alat berat tidak bisa masuk ke lokasi pengerukan sehingga pengerukan tidak dapat maksimal.

Jambangan merupakan hulu dari 3 Sungai skunder yaitu sisi timur (wonorejo)                                      ( saluran tengah kebonagung) ( selatan sungai perbatasan dengan sidoarjo )sedangkan saluran primernya adalah Jagir.Posisi rumah pompa saat ini berada di timur semua maka akan di upayakan ada rumah pompa di Jambangan untuk membalik arah mulai dari saluran Ahmad Yani. 

                                             

 

 

 

 

 

 

Rapat di kecamatan Jambangan,penyerahan kaset VCD Realita Banjir di Kebonsari oleh Abdul Rochman

HASIL RAPAT

 

1.      Akan dilaksanakan pengerukan secara bergantian di kelurahan-kelurahan yang dimulai                           tanggal 15 Januari 2012.

2.      Para Lurah menentukan titik-titik yang akan dikerjakan  kemudian dilaporkan ke PU dan DKP.

3.      PU dan DKP meng back up kerja bakti.

4.      PU akan melakukan pengkajian secara keseluruhan terkait dengan saluran-saluran yang ada di wilayah kecamatan Jambangan guna mengantisipasi adanya genangan / banjir.

 

Sebagai tindak lanjut pertemuan di Kantor kecamatan Jambangan,pada tanggal    11 januari 2012 diadakan pertemuan di Kantor Kelurahan Kebonsari yang di hadiri oleh perwakilan dari DPU BMP,DKP,Dinas pertanian,PJKA, Paketingan,Lurah kebonsari,ketua LKMK,Ketua  RW  dan RT se kelurahan kebonsari.Rapat di pimpin langsung oleh Bpk Lurah Kebonsari dengan hasil keputusan pada tanggal 15 januari 2012 akan dilaksanakan Kerja bakti masal di wilayah Kelurahan Kebonsari dengan menentukan titik-titik penyebab banjir.Begitu pula di Kelurahan karah,Jambangan dan Pagesangan.

 

G.    PENANGANAN BANJIR  

 

Pada tanggal 15 januari 2012 diadakan Kerja bakti masal di wilayah kelurahan Kebonsari,yang di konsentrasikan pada saluran Got depan galangan Bangun Persada  perbatasan kebonsari-Jambangan,karena di situ merupakan akses akhir aliran air dari kelurahan kebonsari menuju sungai kebonagung.Di tempat tersebut ada beton plat penutup got yang sangat panjang  sehingga menyulitkan pada saat di adakan pengerukan sedimen/endapan lumpur,kami bersama  Lurah Kebonsari,ketua RW I  kebonsari, mendatangi pemilik Galangn Bangun Persada yang berada di karah untuk minta ijin pembongkaran beton plat yang berada di depan galangan Bangun Persada Jambangan,dengan penjelasan dari  ketua  RW I,Lurah Kebonsari ,akhirnya di ijinkan untuk membongkar  1 titik.Warga bergotong – royong  bersama  Bapak Camat jambangan,Bapak Lurah Kebonsari,Ketua LKMK kebonsari, ketua RW I Kebonsari dan di bantu tenaga dari Dinas PU Bina  Marga dan Pematusan 20 personel  bergabung  jadi satu untuk terjun ke lokasi pembongkaran beton plat dan pengerukan lumpur di saluran air perbatasan Kebonsari-Jambangan.

 

Setelah melakukan kerjabakti,warga bersama Bapak Lurah Kebonsari dan personel dari DPU BMP makan bersama di Pos Kamling RT 02 RW I kelurahan Kebonsari.Pengerjaan pengerukan di lanjutkan kembali oleh personel DPU BMP sampai pukul 16.00 Wib.

 

Dalam waktu satu hari tidak mungkin bisa menyelesaikan permasalahan banjir di wilayah kelurahan kebonsari  dan sekitarmya.Untuk menindak lanjuti hal tersebut,Bapak taufik selaku koordinator lapangan dari DPU BMP menyarankan agar segera melayangkan surat ke DPU BMP denngan tujuan untuk menindak lanjuti penyelesaian banjir di wilayah Kelurahan Kebonsari dan sekitarnya.Dengan sigap dan cepat  kami bersama ketua RW I  Melalui Lurah Kebonsari  segera melayangkan surat ke DPU BMP dan kami antar ke  Kantor Dinas PU BMP Kota Surabaya.

    

 

 

            Pada tanggal 21 Januari,kami dihubungi oleh Bapak Taufik selaku Koordinator pengerukan dari DPU BMP  bahwa kali kebonagung akan segera di keruk pada tanggal             24 januari 2012 dan di suruh untuk mengkondisikan wilayah / kordinasi dengan pihak – pihak terkait yang wilayahnya akan terlewati Bego,dengan cepat   kami  menindak lanjuti berita tersebut.

 

Bego pertama kali di jadwalkan datang pada                             tanggal  24 Januari 2012 di wilayah Kebonsari  LVK barat                                    RW III,Kordinasi segera kami lakukan dengan  Bapak Ketua RW III kelurahan Kebonsari                                                                               ( H.MuhammadSunar ST ) lewat HT.

 

            Pada tanggal 22 januari 2012 kami di ajak surfai wilayah oleh Bpk Taufik beserta rombongan dari DPU BMP  ke Kebonsari  LVK dan gayung kebonsari dekat Rumah Sakit mata. Dari hasil surfai diputuskan bahwa alat berat ( Bego ) tidak jadi di turunkan di Kebonsari  LVK tapi di turunkan di sungai dekat Rumah Sakit mata dengan agenda pengerukan dari arah timur ke barat. Dan saat itu pula dari pihak DPU BMP menghubungi Bapak Camat Gayungan untuk minta ijin memasukkan Bego ke wilayah beliau. 

 

Bego masuk wilayah Gayung kebonsari dekat Rumah Sakit mata pada tanggal 23 januari 2012 pukul 23.00 wib, di lanjutkan pada tanggal 24 januari 2012 Perakitan Bego ke ponton,- tanggal 25 januari  2012 awal pengerukan di kali kebonagung wilayah Jambangan. Kami dengan telaten selalu mengawal dan mengambil dokumentasi, menurut kami ini suatu kejadian yang langkah dimana sungai kebonagung lama tidak ada pengerukan hingga terjadi pendangkalan, merupakan suatu kebanggaan tersendiri buat kami yang mendapat kesempatan untuk mengabadikan mulai dari banjir,penyebab banjir ( pendangkalan sungai ) sampai pengerukan, dengan harapan dapat disampaikan kepada warga dan bersama sama untuk peduli kepada lingkungan,sehingga pasca pengerukan nanti dapat mengambil hikmah dan merawatnya demi kelangsungan generasi yang akan datang.

 

            Pada tanggal 29 januari 2012 Bego masuk wilayah Kebonsari  LVK barat RW III kelurahan Kebonsari  pukul 23.00 wib,dan tanggal 30 januari 2012 di mulai pengerukan di wilayah tersebut.Kami segera  berkordinasi dengan  ketua RW III selaku yang punya wilayah dan dengan sigap beliau langsung datang dan membantu mengkondisikan wilayah dengan mengintruksikan kepada ketua RT setempat  bersama warga untuk membongkar jembatan diatas sungai agar pengerukan bisa berjalan dengan lancar.

           

                                                                       

                                                       

Saat di lakukan pengerukan di wilayah LVK barat kami menanyakan kepada Bapak Taufik dari DPU BMP, kira-kira kapan kali kebonagung wilayah kebonsari baratnya tol akan di lakukan            pengerukan ? Beliau menjawab.hal tersebut tergantung keramba yang berada di sungai, kalau keramba sudah bersih maka pengerukan akan  segera di laksanakan  jawab  Bapak Taufik.Untuk mempercepat waktu agar segera terealisasi maka kami menghubungi Bapak Camat jambangan pada tanggal 30 Januari 2012,di jelaskan  apa yang telah di sampaikan oleh pihak DPU BMP dan mohon agar masalah keramba untuk segera di selesaikan,hal tersebut di respon cepat sekali oleh Bapak Camat,di tindak lanjuti dan  segera berkordinasi dengan Bapak Lurah kebonsari bersama pemilik keramba beserta  RT,RW setempat,- semua berjalan dengan lancar dan kondusif,setelah diadakan pertemuan beberapa kali,dengan kesadaran sendiri  keramba satu persatu   mulai di angkat oleh pemiliknya.

 

            Pengerukan di  sungai Kebonagung Kebonsari LVK barat  selama 8 hari,semua  berjalan dengan lancar mulai dari timur Tol sampai belakang sekolahan AL Hikmah / Jembatan  dekat kincir.Pada tanggal 6 februari  2012  kami di ajak surfai oleh Bapak Taufik dan Bapak Real dari DPU BMP ke wilayah gayung kebonsari Komplek perumahan PLN,Untuk meneruskan pengerukan kali kebonagung dekat Rumah Sakit mata  yang belum selesai karena terhalang oleh rumah warga yang terlalu menjorok ke sungai. Di sela sela surfai wilayah sekitaran belakang perumahan PLN Gayung kebonsari,kami menanyakan tentang kapan pengerukan di wilayah RW 01 Kelurahan Kebonsari  di laksanakan? kami beragumen bahwa keramba sudah diangkat,warga berharap pengerukan segera di lakukan karena sungai telah mengering imbas dari penutupan aliran sungai di depan SPBU Kebonsari, sehingga banyak kotoran yang menyangkut,hal tersebut sangat mengganggu karena menimbulkan bau yang tidak sedap.Dari petugas DPU BMP menjawab bahwa alat berat ( Bego ) yang membutuhkan banyak,namun akan segera di upayakan.

Ketua umum MJC tinjau Lokasi di LVK Barat

 

                             

 

 

 

 

 

I.        PENGERUKAN BARAT TOL PERBATASAN KEBONSARI JAMBANGAN   

            Pada tanggal  27 Februari  2012 kami kembali  di hubungi oleh Bapak Taufik dari DPU BMP untuk mengkondisikan wilayah barat tol karena alat berat  ( Bego ) akan masuk wilayah tersebut melalui Jambangan Tama,kami segera menghubungi Bapak Lurah jambangan dan                              Bapak Ketua RW I kelurahan kebonsari.Bapak Lurah jambangan langsung mengintruksi kepada Bapak Ketua RW III kelurahan Jambangan ( Bapak Bowo ) dan Ketua RT 08 RW III kelurahan Jambangan Bapak Teguh untuk memberitahukan  kepada warga dengan adanya alat berat yang akan masuk di wilayahnya  pada pukul 23.00.  Wib.

            Pada pukul 23.00 Wib,kami bersama Bapak Lurah Jambangan,Ketua RW III dan Ketua                        RT 08 RW III Jambangan mendampingi / mengawal alat berat masuk wilayah sungai kebonagung barat Tol  lewat Jambangan Tama,mulai pukul 23.00 wib,sampai pukul 01.30 Wib,ada 2  Bego 3 kendaraan truk pengangkut ponton dan tenaga teknisi yang hadir pada malam itu.

Pada tanggal 28 Februari 2012 dilakukan perakitan bego ke ponton,Pengerukan sungai Kebonagung di barat Tol wilayah Jambangan mulai di lakukan pada tanggal 29 Februari 2012 dan berjalan dengan lancar  selama 7 hari,di lanjutkan dengan  memperbaiki saluran air warga yang terkena imbas alat berat pada waktu  pengerukan dan juga di lakukan  pengerjaan plengsengan di tepi sungai.


                        

Wilayah barat tol Jambangan

 

 

 

 

 

 

 

J.      PENGERUKAN DI WILAYAH KEBONSARI

 

            Pada hari senin pagi tanggal 05 maret 2012 kami mendapat informasi lagi dari DPU BMP  bahwa Bego akan di geser ke wilayah Kebonsari,masuk wilayah kebonsari tengah timur perempatan /Jl.Tirto Manunggal,beliau segera menginformasikan hal tersebut pada Bapak Ketua RW I kelurahan kebonsari dan  langsung berkordinasi dengan Ketua RT 10  RW I kelurahan Kebonsari  karena  wilayahnya  akan       di masuki Bego.

 

            Pada pukul 14.00 wib bego mulai bergeser ke Kebonsari Tengah selanjutnya masuk ke Timur perempatan/jl.Manunggal Tirto,kami mengadakan pendekatan pada warga yang depan rumahnya menjadi pangkalan Bego guna persiapan pengerukan sungai Kebonagung.

 

Pada tanggal 6 maret 2012 dimulailah pengerukan lewat jalur darat,karena melalui jalur  sungai tidak bisa dilakukan,terhalang oleh jembatan.Bila pengerukan dilakukan lewat darat otomatis jalan yang berpaving akan mengalami kerusakan,hal tersebut kami tanyakan kepada kordinator pengerukan  dan di jelaskan bahwa jalan yang rusak karena terlewati Bego akan di perbaiki kembali seperti semula.

 

            Kami di bantu dengan Linmas kelurahan Kebonsari bersama petugas dari DPU BMP surfai wilayah sebelum bego melakukan aktifitas ke area sepanjang kali kebonagung wilayah RW I kelurahan kebonsari,mulai dari perempatan jalan Kebonsari tengah dekat perempatan sampai                                ke wilayah RT 03 dekat musholla Al Ikhlas,dalam surfai ditemukan satu kendala yaitu di depan musholla Darun Najah wilayah RT 08,karena ada berem yang terlalu makan badan jalan sehingga bego tidak bisa manuver,hal itu di sampaikan kepada ketua RW dan RT setempat  dan pengurus Musholla Darun Najah,pada intinya semua tidak keberatan untuk membongkar berem tersebut karena dari pihak DPU BMP juga akan sanggup mengembalikan seperti semula setelah pengerukan selesai,menurut hasil surfai semua tidak ada masalah.

           

 

 

 

 

K.    KUNJUNGAN KETUA LSM BANGUN PERTIWI

 

Pengerukan berjalan lancar sampai di  jembatan dekat Balai RW I,di saat pengerukan sedang berlangsung,pada tanggal 13 maret 2012 kami bersama pengurus PKK RW I kelurahan Kebonsari mendatangkan ketua LSM Bangun Pertiwi,dengan tujuan untuk surfai wilayah yang mana dengan adanya pengerukan sungai Kebonagung akan segera di tindak lanjuti perawatan wilayah sekitar bantaran sungai kebonagung agar tampak hijau dan asri.Hal tersebut juga mendapat dukungan dari Bapak Lurah Kebonsari yang telah mencanangkan Sungai Kebonagung sebagai Wisata air,masuk dalam program POKDARWIS. 

 

 Pada Pukul 11.00 wib ketua LSM bangun pertiwi Ibu Dra.Ec.Sri Endah Nurhayati tiba di kebonsari untuk memberikan pengarahan dan surfai wilayah,mulai dari sekitaran sungai dekat Perempatan Jalan Kebonsari Tengah sampai masuk ke wilayah Apartemen Sejahterah lewat jalan belakang.Dalam himbauannya Ibu Ketua LSM menekankan betapa pentingnya mengikutsertakan peran masyarakat untuk peduli pada lingkungan,karena tanpa kesadaran dari masing-masing indifidu mustahil semua program dapat berjalan sesuai dengan harapan.Antara komponen masyarakat pengurus dan pemerintah harus sinergi,walau di bantu dengan biaya jutaan Rupiah kalau masyarakat tidak ada kepedulian maka semua sulit terwujut sesuai dengan harapan.

 

            Selama kunjungan surfai wilayah,banyak konsep-konsep yang di berikan,seperti membuat taman di bantaran sungai Kebonagung,mengikut sertakan peran masarakat dalam perawatan sungai dan sekitarnya,mengkoordinir kolam-kolam yang berada di wilayah TKD belakang Apartemen Sejahtera bekerjasama dengan Dinas Pertanian,bahkan beliau sanggup membantu apa yang di inginkan dengan membuat proposal untuk mendukung program yang akan kita jalankan. Kunjungan ketua LSM Bangun Pertiwi berakhir di lokasi  Tanah Aset Pemerintah Kota Surabaya yang berada di dalam lingkungan Apartemen Sejahtera dengan di iringi hujan yang lumayan deras.

 

 

 

 

    

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KETUA LSM BANGUN PERTIWI,PETUGAS DPU BMP DAN KADER LINGKUNGAN

 

 

 

 

 

L.     PENGERUKAN SECARA MANUAL

 

Tanggal 16 maret kami mendapat informasi bahwa alat pengeruk terhambat tidak bisa manufer  dan  hampir mengenai rumah yang berada di wilayah pengerukan,Bego ambles sehingga di putuskan bahwa alat berat  (Bego) akan di tarik dan di ganti dengan manual ( tenaga manusia ) berjumlah  20 personil.

 

            Pengerukan secara manual berjalan dengan lancar,hampir setiap hari di sela-sela kesibukan selama 5 bulan kami menyempatkan untuk mengawasi jalannya pengerukan,dengan harapan apabila ada sesuatu yang dibutuhkan oleh DPU BMP yang di bawa  pengawasan                                      Bpk Taufik dan Bpk Rilo dapat dengan mudah teratasi.Alhamdulillah pengerukan secara manual dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan suatu apapun dan dapat dilakukan secara maksimal sampai di tepi dan ternyata di dalam sungai banyak benda-benda yang semestinya tidak boleh di buang di situ,seperti kayu,batu bata bekas bongkaran rumah dll.

PENGERUKAN DEPAN BALAI RW I KEBONSARI

 

PENGERUKAN SECARA MANUAL DI WILAYAH KEBONSARI

 

 

 

M.   PENGERUKAN DI DEPAN SPBU KEBONSARI

 

pengerukan  sungai Kebonagung dengan Bego  di wilayah kecamatan  Jambangan berakhir di  depan SPBU Kebonsari,semua  berjalan dengan lancar,yang di mulai tanggal 19 sampai 25 April  2012  dengan menggunakan bego Long sehingga bisa menjangkau secara keseluruhan.Pada tanggal 08 Mei 2012,pengerukan secara manual berakhir di wilayah RT 03 RW I Kelurahan Kebonsari,dengan demikian selesai sudah tugas kami selanjutnya menjadi tugas  bersama untuk menjaga  pasca pengerukan Sungai Kebonagung agar selalu  tampak bersih,indah dan asri.

 

 

 

           

 

 

Sungai depan SPBU Kebonsari  mengalami pendangkalan dilakukan pengerukandengan bego

 

 

 

 

 

 

 

Bpk Taufik dari DPU BMP,Bpk Lurah Kebonsari,dan Bpk Abd.Rochman sedang berkoordinasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


ABD.ROCHMAN DAN SADAD DI TUGASKAN OLEH DPUBMP MENJAGA PINTU AIR  / MENGANTISIPASI BANJIR

 

                            

Setelah pengerukan,pintu air di  depan SPBU Kebonsari di tutup total oleh DPU BMP karena musim hujan, agar air hujan dapat tertampung maksimal di sungai kebonagung.Namun warga banyak yang membutuhkan air karena bila sungai kering akan menimbulkan bau yang tidak sedap,dengan kejadian tersebut kami berkoordinasi dengan Bpk Taufik dan Bpk Gatot selaku koordinator dari DPUBMP agar kunci di serahkan kepada kami selaku warga yang dekat dengan Pintu air dengan tujuan agar dapat mengontrol kapan pada waktu di buka dan di tutup.Kami berkoordinasi dengan pengurus RW I dan  LKMK untuk mengirimkan surat pengajuan mengendalikan pintu air  dengan catatan kami sanggup membantu untuk  mengkondisikan debit air dan bekerja sama dengan DPU BMP, pengajuan kami di kabulkan dengan terbitnya SPJ.Penjaga pintu air ada 3 orang yaitu Abd.Rochman,sutrisno dan sadad.

 

 

 

N.    PASCA PENGERUKAN SUNGAI KEBONAGUNG

 

Setelah pengerukan selesai,melalui proses yang panjang,penelitian dan kajian-kajian dan menindak lanjuti pertemuan di kantor Kecamatan Jambangan maka di putuskan di sungai kebonagung  kebonsari manunggal dekat Masjid Al-Hikmah ( Bok orong-orong ) di bangun rumah pompa,dengan harapan dapat mengurangi volume air apabila musim hujan.Pembangunan rumah pompa di mulai bulan April 2013 dengan di awali pengurukan sungai yang  bertujuan untuk penancapan tiang pancang.

 

Sepanjang pembangunan rumah pompa terjadi permasalahan lagi di masyarakat khususnya RW I Kelurahan Kebonsari yang berdekatan dengan sungai,karena sungai di uruk untuk penancapan  tiang pancang,sehingga air tidak mengalir,dengan tidak mengalirnya air,sungai menjadi penuh sampah,kotor,bau dan menjadi sarang nyamuk.Beberapa kali dilakukan koordinasi dengan pihak proyek,DPU BMP dan pengurus sebagai perwakilan masyarakat,ahirnya di beri aliran air,Alhamdulillah dengan koordinasi yang baik semua dapat berjalan dengan lancar.

 

Pada sekitaran Bulan Februari 2014 pembangunan rumah pompa telah selesai,berarti kurang lebih sekitar 10 Bulan proyek pembangunan rumah pompa di laksanakan,di iringi dengan pembangunan saluran kebonsari tengah dekat perempatan arah utara,sepanjang ±80m.Dalam pantauan kami pada waktu hujan turun ternyata fungsi dari rumah pompa masih belum maksimal dikarenakan pendukung atau infrastrukturnya belum dilaksanakan.

 

Karena masih sering terjadi banjir,pengurus RW I Kelurahan Kebonsari melayangkan surat ke Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya untuk minta bantuan pengerukan di sungai Kebonagung wilayah RW I Kebonsari.Pada tanggal 16 Februari 2014 warga melakukan  kerja bakti bersama Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya dan di bantu juga dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya.

 

Pada tanggal 30 Maret 2014 dilakukan pengerukan dengan bego di wilayah RW I Kelurahan Kebonsari dengan tujuan bila musim hujan  air bisa ditarik  kearah rumah pompa,yang di mulai dari RT 03 sampai menuju perempatan kebonsari Tengah.Dalam pengerukan tersebut pengurus RW I berkoordinasi dengan para RT yang wilayahnya berdekatan dengan sungai,di antara koordinasi pembongkaran jembatan-jembatan untuk memperlancar jalannya pengerukan.Pengurus RW juga melayangkan surat ke DPU BMP untuk memohon agar Dam Miskot dekat makam RW I untuk tidak di bongkar total,melalui pertimbangan dan kebijaksanaan akhirnya Dam tersebut tidak di bongkar,karena mengandung nilai sejarah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBANGUNAN NORMALISASI SALURAN AIR

DI JL.KEBONSARI TENGAH UTARA PEREMPATAN ±80M

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DOKOMENTASI PENGERUKAN UNTUK MEMPERDALAM SUNGAI DI DEPAN BALAI RW I

KERJA BAKTI WARGA RW I KEBONSARI UNTUK MEMBERSIHKAN BANTARAN SUNGAI

BERSAMA DPU BMP DAN DINAS KEBERSIHAN KOTA SURABAYA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

O.     DAMPAK DARI AIR SUNGAI YANG TIDAK MENGALIR

           

 

Pembangunan rumah pompa di sungai kebonagung wilayah Kebonsari telah selesai,sejak adanya rumah pompa,air sungai kebonagung sudah jarang mengalir seperti biasanya,karena Dam dari sungai brantas di tutup,sehingga membawa dampak bagi masyarakat sekitar di antaranya  :

 

-          Air yang mengalir sebagian besar berasal dari limbah rumah tangga                                                             (air sisa cucian / detergen,limbah dari dapur, kamar mandi dan sebagainya ). Bila yang mengalir di sungai banyak berasal dari  Air limbah tersebut perlu diadakan penelitian dan kajian khusus,apa dampaknya bagi lingkungan.

-          Sungai menjadi,kotor, bau,sangat kelihatan coklat dan keruh.

 

Hal tersebut  menimbulkan :

 

-          habitat yang ada di sungai sulit untuk berkembang bahkan cenderung mati.

-          Di dalam sungai banyak jentik-jentik nyamuk,lalat dan tikus.

-          Kehidupan masyarakat di sekitar Sungai Kebonagung marasa kurang nyaman/terganggu.

-           

Pengurus kampong bersama warga telah melakukan upaya-upaya di antaranya :

           

-          Mengirimkan surat ke Dinas terkait.Terlampir.

-          Mengadakan kerjabakti masal pada Tanggal 16 Februari 2014  untuk mengadakan pembersihan di seputaran bantaran sungai Kebonagung di bantu dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya dan dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Dan Pematusan Kota Surabaya.( Memberikan bantuan Glangsing 500 Buah ).

-          Membuat surat himbaun kepada warga agar lebih meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

-          Melaporkan ke anggota Dewan pada waktu JASMAS untuk minta solusi,Bpk Simon dan Ibu Reni,beliau langsung sidak ke lokasi.

 

Harapan yang di inginkan :

 

-          Segera di lakukan normalisasi/pembangunan infrastruktur pendukung rumah pompa dan air bisa mengalir setiap hari.

 

 

 

 

 

 

 

Anggota DPRD Kota Surabaya yang telah sidak ke Kebonsari ( Bpk Simon dan Ibu Reni )

 

 

 

 

 

 

 

P. KELANJUTAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PENDUKUNG RUMAH POMPA

 

Menginjak  Bulan Juli 2014,kelanjutan pembangunan pendukung rumah pompa Kebonsari         ( infrastuktur ) di lanjut,dilakukan pengerukan dan plengsengan tepi sungai di seputaran  rumah pompa ke arah timur ± 500m tepatnya di wilayah RT 06 RW I Kelurahan Kebonsari Belakang MCK,di dukung juga dengan pembongkaran jembatan perempatan Kebonsari,pihak proyek mengintruksikan pembongkaran jembatan di mulai pada tanggal 25 September sampai 5 Oktober 2014,hal tersebut di koordinasikan dengan jajaran Polsek Jambangan dan RT,RW,LKMK,Lurah  kebonsari untuk mensosialisasikan kepada warga.

 

Selama pembongkaran jembatan terjadi kemacetan luar biasa,pengurus LKMK dan RW I beserta pihak proyek meminta bantuan dari MJC dan Linmas kebonsari untuk mengkondisikan wilayah terutama di Kebonsari Gg.I,Gg II dan Gg.III mendapat pengawasan intensif untuk pengaturan lalin,sesuai waktu yang di tentukan pembangunan Jembatan selesai dengan keadaan kondusif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penutupan jalan Kebonsari tengah di bantu rekan-rekan MJC untuk mengatur LaLin

PEMBANGUNAN RUMAH POMPA TELAH SELESAI BULAN DESEMBER 2014

TAPI WILAYAH KEBONSARI KOK AIRNYA MASIH BANYAK YANG MENGGENANG,KENAPA YA  ………..?

Apa karena saluran pembuangan akhir dari jalan kebonsari tengah di dekat rumah pompa

terlalu sempit,atau ada sebab lain  …..? mari kita kaji bersama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

H I M B A U A N   T E N T A N G   S U N G A I

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Q.                HIMBAUAN TENTANG SEPUTARAN SUNGAI            

                        

 

 

STOP MEMBUANG SAMPAH,TINJA DAN AIR  LIMBAH KE SUNGAI !!!

 

 

MENGAPA TIDAK BOLEH MEMBUANG SAMPAH,TINJA DAN AIR LIMBAH KE SUNGAI ?

 

I.                   SAMPAH

 

           Kalau tidak boleh membuang sampah di sungai sebenarnya sudah banyak yang tahu dan juga faham tentang dampaknya,namun karena kurangnya kesadaran dari sebagian indifidu yang membuat ulah,banyak orang yang kena dampaknya,berarti membangkitkan kesadaran tentang betapa pentingnya menjaga lingkungan harus di mulai dari diri sendiri atau memberikan suatu pemahaman dengan cara memberikan penyuluhan,himbauan dan peneguran secara langsung,dengan sering melakukan kerjabakti bersama-sama akan memberikan dampak positif untuk mengajak kepada sebagian masyarakat yang belum sadar tentang hal tersebut,andai kata tingkat kesadaran masyarakat sudah cukup tinggi maka tidak perlu sering-sering di adakan kerja bakti karena di depan rumah atau lingkungan masing-masing sudah bersih,kerja bakti sebenarnya berfungsi manakala sesuatu hal tersebut tidak dapat di selesaikan secara indifidu,atau memang untuk kepentingan umum.

 

Pada tahun 2014 dan 2015 RT 03,09,08 dan RT 10 RW I yang bersentuhan langsung dengan sungai Kebonaagung telah mengikuti lomba kebersihan tingkat Kota Surabaya baik MDS maupun SGC dan telah mendapat Juara,hal tersebut telah membuktikan bahwa kesadaran masyarakat sudah sangat tinggi.

 

Bila kita bicara tentang sampah maka tergantung pada diri kita sendiri,pemerintah kota Surabaya sudah terlalu sering mensosialisasikan tentang pengelolaan sampah,sampai-sampai di adakan lomba tahunan yaitu MDS ( Merdeka Dari Sampah ) SGC ( Surabaya Green And Clean ) dan lomba bantaran sungai,semua bertujuan untuk membangkitkan kesadaran  warga kota Surabaya  agar dapat bersama-sama peduli terhadap lingkungan bahkan di berbagai wilayah telah didirikan bank sampah yang bertujuan untuk mengelola sampah langsung dari sumbernya baik yang kering maupun basah.

 

 

 

 

JANGAN MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

II.                 TINJA

 

Masyarakat kita belum banyak yang tau bahwa mengalirkan/membuang tinja di sungai sangat membahayakan bagi kesehatan,karena tinja merupakan salah satu sumber penyakit yang dengan cepat menular.Sudah banyak yang tau kalau tinja itu kotor namun tidak banyak yang tau tentang apa yang terkandung di dalamnya.

 

Dibawah ini  akan di sebutkan betapa bahayanya tinja bukan hanya karena sisa makanan yang tidak dapat di cerna oleh tubuh namun juga karena mikroorganisme berbahaya yang terkandung di dalamnya.

 

1.      Tinja adalah sisa dan ampas makanan yang tidak dapat di cerna yang banyak mengandung bakteri/mikroba.

2.      Dalam tinja manusia terdapat bakteri e-koli-tinja dan bakteri pathogen yaitu bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia seperti Salmonela thypi ( tyfus ),Vibrio cholera                                                         ( Kolera ),Virus hepatitis A,polio dll.

3.      Jika seseorang cacingan,sudah dapat di pastikan dalam tinjanya terdapat telur-telur cacing.Beragam cacing dapat hidup dalam perut kita seperti cacing gelang,cacing tanbang,cacing pita dll.

 

Bila tinja itu ada di sekitar kita lalu di hinggapi oleh lalat dan lalat tersebut berkeliaran di sekitar kita,apa yang terjadi ?

Sejak di bangun rumah Pompa di wilayah Kebonsari yang di dukung dengan infrastruktur yang baik di sepanjang sungai Kebonagung maka warga masyarakat Kebonsari yang biasanya sebagian ada yang buang BAB di sungai,sekarang sudah tidak lagi.

 

 

IV. PENGHIJAUAN EKOLOGIS

 

 

            Keberadaan pohon atau tanaman di lingkungan kita sangatlah penting,karena tanaman tidak hanya menghasilkan oksigen tetapi dapat menyerap polutan yang dapat berbahaya bagi kesehatan kita,di Kebonsari terutama di daerah bantaran sungai lahan untuk ruang terbuka hijau sangat  terbatas.Untuk memaksimalkan keberadaan tanaman maka yang bisa dilakukan adalah penghijauan ekologis.Maksudnya tanaman yang ditanam dipilih jenis yang memiliki fungsi ekologis penting bagi manusia.Ada beberapa jenis tanaman yang mempunyai kemampuan menyerap polutan lebih banyak atau menghasilkan oksigen.Contoh tanaman yang menghasilkan oksigen lebih banyak/menyerap gas CO2 adalah Pohon trembesi/jenis tanaman yang berdaun kecil karena banyak menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis.Untuk hal tersebut maka telah dilakukan penanaman pohon di seputaran sungai yaitu di wilayah RT 03,09,06,08,09 dan RT 07 RW I.dengan adanya penghijauan di bantaran sungai maka keadaan lingkunganpun menjadi asri.

 

 

 

DUKUNGAN TANDA TANGAN

 

 

 

PERENCANAAN  SUNGAI KEBONAGUNG SEBAGAI OBYEK  WISATA AIR OLEH POKDARWIS KEBONSARI

 

 

                                                                                   

R.      KESIMPULAN   AKHIR / PENUTUP

 

              Kami selaku penulis sejarah tentang sungai kebon agung wilayah Kelurahan Kebonsari berharap agar dengan  penjabaran tentang sejarah seputaran sungai Kebonagung beserta dokumentasinya di wilayah Kelurahan Kebonsari mulai dari awal hingga akhir pantauan kami dapat di tarik kesimpulan  :

 

Ø  Sejarah masa lalu akan tenggelam hanya tinggal cerita tanpa bukti kalau tidak ada yang peduli untuk mendokumentasikan atau bercerita melalui tulisan dan semua akan terlewati begitu saja tanpa kesan.

Ø  Keterlibatan masyarakat sekitar sangat di butuhkan karena yang mengetahui kondisi wilayahnya,betapa pentingnya kerjasama/sinergi antara masyarakat,pengurus sebagai perwakilan masyarakat dan pemerintah kota untuk saling menunjang demi terlaksananya pembangunan yang sesuai dengan harapan,karena suatu pembangunan mustahil cepat terealisasi tanpa dukungan dari semua pihak.

Ø  koordinasi dengan pengurus RT,RW,LKMK.Lurah  dan masyarakat terutama yang berada di dekat wilayah sungai baik melalui surat atau temu darat sangatlah penting,untuk menjembatani antara kegiatan DPU BMP dan kepentingan masyarakat,Alhamdulillah semua dapat berjalan dengan baik,termasuk membongkar jembatan-jembatan untuk kelancaran jalannya pengerukan.

Ø  Kunci dari penyelesaian permasalahan/keberhasilan  adalah tidak saling menyalahkan tapi saling bergandeng tangan,bahu membahu,bergotong royong dengan tujuan yang sama dan berani berkorban.

Ø  Setelah kami menuangkan kronologi/sejarah berkaitan dengan sungai Kebonagung dan telah membuat himbauan-himbauan berkenaan dengan hal tersebut,mari kita benahi perlahan-lahan dengan membuat konsep penataan yang baik sehingga apa yang kita harapkan yaitu untuk mewujudkan kebonsari terbebas dari banjir,wilayahnya tertata dengan rapi,bersih,asri,nyaman dan indah semoga dapat segera terwujud.

Ø  Kini sungai sudah berubah fungsi,yang dulunya untuk irigasi,memandikan ternak dan tempat berkembangnya habitat binatang air,kini sungai berfungsi untuk pembuangan air limbah rumah tangga dan penampungan air hujan di kala musim hujan dan pengendali banjir,maka harus sering-sering kita kontrol dan awasi agar selalu bersih,kalau bukan kita siapa lagi ?

Ø  Mari kita kondisikan wilayah kita dengan semboyan ‘’RUMAHKU ADALAH ISTANAKU’’ dalam makna,istana itu indah,tidak ada kotoran yang berserakan,bila masing-masing rumah sudah bersih dan indah otomatis wilayahnya juga demikian,dalam arti semua harus di mulai dari diri sendiri.

Ø  Selanjutnya kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya sekilas tentang cerita dalam tulisan ini terutama kepada segenap rekan-rekan dari Jajaran Dinas PU Bina Marga Dan Pematusan Kota Surabaya atas terkabulnya permohonan kami untuk tidak membongkar secara keseluruhan bangunan Dam Miskot yang merupakan sejarah terkait dengan keberadaan sungai kebonagung.

Ø  Kurang lebihnya mohon ma’af bila ada yang kurang berkenan,semoga kita senantiasa diberi kesehatan jasmani dan ruhani agar dapat melaksanakan aktifitas dengan baik.Amin Ya Robbal ‘Alamin.

 

                                                               

                                                                                             Wassalam

                                                                                         ABDUL ROCHMAN

 

 

 

 

PEMBONGKARAN JEMBATAN PEREMPATAN JALAN KEBONSARI TENGAH

 

 

 

 

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   

PENUTUPAN JALAN DI BANTU OLEH MJC

PEMASANGAN BOX CULVERT JEMBATAN  DI PEREMPATA JALAN KEBONSARI TENGAH

                                                                                                                                                                       

PENGERJAAN PLENGSENGAN TIMUR PEREMPATAN KEBONSARI

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   

KONDISI TERAKHIR SETELAH PLENGSENGAN SELESAI DESEMBER 2014

BIBIR SUNGAI YANG TIDAK DI PONDASI PENYANGGA MENGALAMI LONGSOR

 

 

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       

KONDISI TERAKHIR RUMAH POMPA AKHIR TAHUN 2014

 

 

                                                                       

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rapat Evaluasi kinerja 2025 dan Rencana Program Kerja 2026 RT 02 RW 01 Kelurahan Kebonsari

SINERGITAS DI KELURAHAN KEBONSARI DALAM PISAH SAMBUT LURAH