SEJARAH KALI KEBONAGUNG KEBONSARI JAMBANGAN SURABAYA
Sungai merupakan suatu kebutuhan penting bagi masyarakat di sekitarnya,sebagai pelengkap ekosistem yang sebagaian keberadaannya tergantung pada manusia itu sendiri,begitu pula dengan sungai yang berada di wilayah kebonsari,dalam hal ini kami ingin mengingat-ingat semampunya dan menterjemahkan dalam tulisan tentang sejarah yang berkaitan dengan sungai kebonagung wilayah kebonsari ( Bok Orong-orong dan Miskot ) tempo dulu.
Mengikuti perkembangan yang begitu cepat di wilayah kebonsari perlu kiranya dibuatkan buku sejarah beserta dokumentasinya,agar dapat menjadi bahan kajian dan evaluasi ke depan dengan harapan agar dapat bermanfaat bagi kita saat ini dan generasi yang akan datang dalam mensikapi keadaan yang berkenaan dengan seputaran sungai pada khususunya dan secara umum lingkungan disekitar kita,selanjutnya semoga kita selalu dapat berperan aktif untuk menjaga,melestarikan dan mencarikan solusi terbaik bila terjadi permasalahan yang berkaitan dengan lingkungan.
Dalam tulisan ini mencakup tentang sejarah sungai Kebonagung wilayah Kebonsari tempo dulu,pembangunan Rumah pompa,himbauan-himbauan seputaran sungai,tentang banjir,penyebab dan penyelesainnya lengkap dengan dokumentasinya.
Orang-orang Kebonsari yang lahir sekitar tahun 1980-an ke bawah tentu masih ingat bagaimana jernihya sungai Kebonagung,terutama di dekat perempatan kebonsari tengah,orang kebonsari menamai bok orong-orong ( dekat masjid Al-Hikmah kebonsari ),yang penuh dengan sejarah.Di perempatan Kebonsari dulu sebagai batas wilayah,yang sebelah utara namanya Kebonagung dan yang selatan namanya Cemekok.
Dengan ramainya anak mandi di sungai yang tanpa pengawasan menyebabkan sering terjadi anak tenggelam bahkan sampai meninggal dunia,kebanyakan yang meninggal bukan dari warga kebonsari,ketahuannya bila anak-anak sudah pada naik ke darat ternyata masih ada tersisa baju,- celana dan sepeda pancal,setelah di cari ternyata ada yang tenggelam dan meninggal dunia.Walau demikian tidak membuat sungai Bok orong-orong menjadi sepi,anak-anak tetap mandi dan berenang dan tetap ramai setiap hari,di sebelah barat ada dam dan di atas tanggul anak-anak menceburkn diri sambil salto jungkir balaik menceburkan diri di sungai.Kamipun kalau pulang sekolah tidak langsung kerumah tapi mampir mandi dulu sambil bermain bersama teman-teman,sekolah kami tidak jauh dari situ yaitu di SD Darul Ulum.
Di sebelah Timur Makam RW I Kelurahan Kebonsari ada sungai yang oleh orang Kebonsari diberi nama Miskot,airnya sangat jernih merupakan terusan dari sungai bok orong-orong,di situ juga sangat erat kaitannya dengan kehidupan orang kebonsari dan sekitarnya.Sungai dimanfaatkan oleh warga untuk mandi,belajar berenang dan juga untuk memandikan hewan ternak,bahkan buang air besarpun juga di sungai,di tepi sungai di beri tangga terbuat dari bambu (Babakan) atau WC Hallykopter.ikan-akanpun sudah ngantri di bawah untuk memakan kotoran tersebut,dapat terlihat dengan jelas sekali.
Di sebelah Timur sungai terdapat hamparan sawah yang sangat subur,ada jalan setapak dan tegalan yang di manfaatkan warga untuk menanam ketela pohon,ketela rambat,pisang,sayur mayur dan lain- lain,untuk penyeberangan di bangun jembatan yang membentang dari barat ke timur juga diberi Dam berfungsi untuk mengairi sawah dan mengendalikan air agar tetap stabil walau di musim kemarau.
Pemandangan sehari-hari yang juga dapat dilihat yaitu ikan di sungai dekat Dam sering melompat-lompat di atas permukaan air dengan di iringi gemercik air yang mengalir di seputaran Dam dan kalau orang-orang menyeberang lewat jembatan dari barat ke timur atau sebaliknya harus pegangan besi yang membentang di sebelah jembatan,karena jembatannya sempit dan sungainya sangat dalam sekali takut kalau kejebur.
Bila bulan puasa tiba banyak anak-anak yang menghabiskan waktunya di tepian sungai untuk mengail ikan sambil bermain,ada juga yang mencari kijing dan remis,mulai pagi hingga sore sambil menunggu saat bebuka puasa karena anak sekolah kala itu bila bulan puasa libur sampai I Bulan.
Anak-anak sangat riang sekali menikmati suasana alam bebas,alangkah indahnya bermain di tepi sungai sambil membuat mainan dari tanah liat,sesekali menceburkan diri ke sungai,sambil berkejar-kejaran dan menengelamkan diri ke dalam sungai,karena bila sungai pasang sangat dalam sekali,bila tidak hati-hati bisa tenggelam.
Pada sekitar tahun 1985an,ada pembangunan jalan Tol yang menghubungkan Surabaya dengan Malang,sehingga sawah yang terlewati jalan tersebut harus di uruk,dengan di uruknya sawah tersebut otomatis memutus jalur penghubung dari kebonsari menuju sawah yang ada di sebelah timur,apalagi dengan telah di bangunnya Apartemen Sejahtera di wilayah Kebonsari yang dipagar keliling,maka aktifitas warga sudah agak terbatas,sawah-sawahpun sudah banyak yang beralih fungsi menjadi bangunan / perumahan,akhirnya pemandanganpun juga berubah,yang dulu sangat indah,sejuk dan asri,sekarang menjadi pemandangan bangunan,panas dan pengap.
Di wilayah kebonsari dan sekitarnya akhir-akhir ini apabila hujan
banyak wilayah yang tergenang air dan banjir,hal tersebut sudah menjadi langganan dan sudah bisa
diprediksi tiap tahun sehingga bila
musim hujan tiba warga sudah
bersiap-siap membuat dampingan atau
tanggul kecil di depan rumah masing-masing untuk mengantisipasi agar air tidak
masuk ke rumah. Menjelang tahun baru, pada tanggal 31 Desember tahun 2011( akhir tahun )
terjadi hujan yang sangat lebat dalam jangka waktu yang agak lama,debit air
sangat tinggi sehingga dengan cepat masuk ke rumah - rumah warga.Hal tersebut
sempat kami abadikan dengan Handy Cam
dengan harapan suatu saat nanti bisa menjadi bahan kajian oleh pihak - pihak
yang terkait dengan masalah tersebut dan dapat di carikan solusi,sehingga pada
musim hujan berikutnya tidak terjadi hal yang sama.
|
Wilayah kebonsari
Jl.Manunggal depan Kebonsari Regency |
|
Wilayah kebonsari Gg.I |
E.
MENCARI
PENYEBAB BANJIR
|
Wilayah belakang
UNMER |
|
Keramba wilayah
RW I Kebonsari DAM Kincir
Ketintang selatan tersumbat sampah
Gayung Kebonsari RS.Mata |
F.
MENCARI
SOLUSI BANJIR ( AWAL PEMBAHASAN RUMAH POMPA )
Pada tanggal 09 Januari 2012 diadakan pertemuan di Kantor kecamatan
jambangan yang dihadiri oleh ; DPU BMP
Bpk Cahyo Utomo dari DKP Bpk Hartoyo,Bpk Camat Jambangan,Ibu Muji Astuti Kasi
Fisik Kecamatan Jambangan,Bpk Lurah Karah,Jambangan,Kebonsari.Pagesangan dan
ketua LKMK se Kecamatan Jambangan.Dalam kesempatan pertemuan tersebut kami
menjelaskan tentang temuan seputar titik-titik pendangkalan sungai kebonagung
dan memberikan dokumentasi tentang
Banjir akhir tahun dan pendangkalan sungai Kebonagung kepada Dinas Pekerjaan
Umum Bina Marga dan Pematusan.Rapat di mulai Pkl 10.00 wib sampai 12.30 wib.
Telah kami abadikan dengan Handy Cam.
Dalam prakata Bpk Cahyo Utomo
menjelaskan : Permasalahan genangan air tidak bisa dilakukan satu sektor
saja,harus lintas sektor.±80% genangan air yang ada di
Kota Surabaya terjadi karena Faktor manusia di antaranya terkait dengan
sampah,tidak terkontrolnya bangunan di sektor tepi yang tidak ada bak
kontrolnya,out lite dll,dengan adanya bangunan yang berada di tepi sungai mengakibatkan
alat berat tidak bisa masuk ke lokasi pengerukan sehingga pengerukan tidak
dapat maksimal.
|
Rapat di
kecamatan Jambangan,penyerahan kaset VCD Realita Banjir di Kebonsari oleh
Abdul Rochman |
HASIL RAPAT
1.
Akan
dilaksanakan pengerukan secara bergantian di kelurahan-kelurahan yang
dimulai tanggal
15 Januari 2012.
2.
Para
Lurah menentukan titik-titik yang akan dikerjakan kemudian dilaporkan ke PU dan DKP.
3.
PU dan
DKP meng back up kerja bakti.
4.
PU akan
melakukan pengkajian secara keseluruhan terkait dengan saluran-saluran yang ada
di wilayah kecamatan Jambangan guna mengantisipasi adanya genangan / banjir.
G. PENANGANAN BANJIR
Setelah melakukan
kerjabakti,warga bersama Bapak Lurah Kebonsari dan personel dari DPU BMP makan
bersama di Pos Kamling RT 02 RW I kelurahan Kebonsari.Pengerjaan pengerukan di
lanjutkan kembali oleh personel DPU BMP sampai pukul 16.00 Wib.
Dalam waktu satu hari tidak
mungkin bisa menyelesaikan permasalahan banjir di wilayah kelurahan
kebonsari dan sekitarmya.Untuk menindak
lanjuti hal tersebut,Bapak taufik selaku koordinator lapangan dari DPU BMP
menyarankan agar segera melayangkan surat ke DPU BMP denngan tujuan untuk
menindak lanjuti penyelesaian banjir di wilayah Kelurahan Kebonsari dan
sekitarnya.Dengan sigap dan cepat kami
bersama ketua RW I Melalui Lurah
Kebonsari segera melayangkan surat ke
DPU BMP dan kami antar ke Kantor Dinas
PU BMP Kota Surabaya.
Bego pertama kali di
jadwalkan datang pada tanggal 24 Januari 2012 di wilayah Kebonsari LVK barat RW
III,Kordinasi segera kami lakukan dengan
Bapak Ketua RW III kelurahan Kebonsari ( H.MuhammadSunar ST ) lewat HT.
Pada
tanggal 22 januari 2012 kami di ajak surfai wilayah oleh Bpk Taufik beserta
rombongan dari DPU BMP ke Kebonsari LVK dan gayung kebonsari dekat Rumah Sakit
mata. Dari hasil surfai diputuskan bahwa alat berat ( Bego ) tidak jadi di
turunkan di Kebonsari LVK tapi di
turunkan di sungai dekat Rumah Sakit mata dengan agenda pengerukan dari arah
timur ke barat. Dan saat itu pula dari pihak DPU BMP menghubungi Bapak Camat
Gayungan untuk minta ijin memasukkan Bego ke wilayah beliau.
Bego masuk wilayah Gayung
kebonsari dekat Rumah Sakit mata pada tanggal 23 januari 2012 pukul 23.00 wib,
di lanjutkan pada tanggal 24 januari 2012 Perakitan Bego ke ponton,- tanggal 25
januari 2012 awal pengerukan di kali
kebonagung wilayah Jambangan. Kami dengan telaten selalu mengawal dan mengambil
dokumentasi, menurut kami ini suatu kejadian yang langkah dimana sungai
kebonagung lama tidak ada pengerukan hingga terjadi pendangkalan, merupakan
suatu kebanggaan tersendiri buat kami yang mendapat kesempatan untuk
mengabadikan mulai dari banjir,penyebab banjir ( pendangkalan sungai ) sampai
pengerukan, dengan harapan dapat disampaikan kepada warga dan bersama sama untuk
peduli kepada lingkungan,sehingga pasca pengerukan nanti dapat mengambil hikmah
dan merawatnya demi kelangsungan generasi yang akan datang.
|
Ketua umum MJC tinjau Lokasi di LVK
Barat |
I. PENGERUKAN BARAT TOL PERBATASAN KEBONSARI JAMBANGAN
Pada tanggal 27 Februari 2012 kami kembali di hubungi oleh Bapak Taufik dari DPU BMP untuk mengkondisikan wilayah barat tol karena alat berat ( Bego ) akan masuk wilayah tersebut melalui Jambangan Tama,kami segera menghubungi Bapak Lurah jambangan dan Bapak Ketua RW I kelurahan kebonsari.Bapak Lurah jambangan langsung mengintruksi kepada Bapak Ketua RW III kelurahan Jambangan ( Bapak Bowo ) dan Ketua RT 08 RW III kelurahan Jambangan Bapak Teguh untuk memberitahukan kepada warga dengan adanya alat berat yang akan masuk di wilayahnya pada pukul 23.00. Wib.
Pada pukul 23.00 Wib,kami bersama Bapak Lurah Jambangan,Ketua RW III dan Ketua RT 08 RW III Jambangan mendampingi / mengawal alat berat masuk wilayah sungai kebonagung barat Tol lewat Jambangan Tama,mulai pukul 23.00 wib,sampai pukul 01.30 Wib,ada 2 Bego 3 kendaraan truk pengangkut ponton dan tenaga teknisi yang hadir pada malam itu.
Pada tanggal 28 Februari 2012
dilakukan perakitan bego ke ponton,Pengerukan sungai Kebonagung di barat Tol
wilayah Jambangan mulai di lakukan pada tanggal 29 Februari 2012 dan berjalan
dengan lancar selama 7 hari,di lanjutkan
dengan memperbaiki saluran air warga
yang terkena imbas alat berat pada waktu
pengerukan dan juga di lakukan
pengerjaan plengsengan di tepi sungai.
Wilayah barat tol Jambangan
J. PENGERUKAN DI WILAYAH KEBONSARI
Pada
pukul 14.00 wib bego mulai bergeser ke Kebonsari Tengah selanjutnya masuk ke
Timur perempatan/jl.Manunggal Tirto,kami mengadakan pendekatan pada warga yang
depan rumahnya menjadi pangkalan Bego guna persiapan pengerukan sungai
Kebonagung.
Pada tanggal 6 maret 2012
dimulailah pengerukan lewat jalur darat,karena melalui jalur sungai tidak bisa dilakukan,terhalang oleh
jembatan.Bila pengerukan dilakukan lewat darat otomatis jalan yang berpaving
akan mengalami kerusakan,hal tersebut kami tanyakan kepada kordinator
pengerukan dan di jelaskan bahwa jalan
yang rusak karena terlewati Bego akan di perbaiki kembali seperti semula.
Kami di bantu dengan Linmas kelurahan
Kebonsari bersama petugas dari DPU BMP surfai wilayah sebelum bego melakukan
aktifitas ke area sepanjang kali kebonagung wilayah RW I kelurahan
kebonsari,mulai dari perempatan jalan Kebonsari tengah dekat perempatan sampai ke wilayah RT 03
dekat musholla Al Ikhlas,dalam surfai ditemukan satu kendala yaitu di depan
musholla Darun Najah wilayah RT 08,karena ada berem yang terlalu makan badan
jalan sehingga bego tidak bisa manuver,hal itu di sampaikan kepada ketua RW dan
RT setempat dan pengurus Musholla Darun
Najah,pada intinya semua tidak keberatan untuk membongkar berem tersebut karena
dari pihak DPU BMP juga akan sanggup mengembalikan seperti semula setelah
pengerukan selesai,menurut hasil surfai semua tidak ada masalah.
K. KUNJUNGAN KETUA LSM BANGUN PERTIWI
Pengerukan berjalan lancar
sampai di jembatan dekat Balai RW I,di
saat pengerukan sedang berlangsung,pada tanggal 13 maret 2012 kami bersama
pengurus PKK RW I kelurahan Kebonsari mendatangkan ketua LSM Bangun
Pertiwi,dengan tujuan untuk surfai wilayah yang mana dengan adanya pengerukan
sungai Kebonagung akan segera di tindak lanjuti perawatan wilayah sekitar
bantaran sungai kebonagung agar tampak hijau dan asri.Hal tersebut juga
mendapat dukungan dari Bapak Lurah Kebonsari yang telah mencanangkan Sungai
Kebonagung sebagai Wisata air,masuk dalam program POKDARWIS.
Pada Pukul 11.00 wib ketua LSM bangun pertiwi Ibu
Dra.Ec.Sri Endah Nurhayati tiba di kebonsari untuk memberikan pengarahan dan
surfai wilayah,mulai dari sekitaran sungai dekat Perempatan Jalan Kebonsari
Tengah sampai masuk ke wilayah Apartemen Sejahterah lewat jalan belakang.Dalam
himbauannya Ibu Ketua LSM menekankan betapa pentingnya mengikutsertakan peran
masyarakat untuk peduli pada lingkungan,karena tanpa kesadaran dari
masing-masing indifidu mustahil semua program dapat berjalan sesuai dengan
harapan.Antara komponen masyarakat pengurus dan pemerintah harus sinergi,walau
di bantu dengan biaya jutaan Rupiah kalau masyarakat tidak ada kepedulian maka
semua sulit terwujut sesuai dengan harapan.
Selama
kunjungan surfai wilayah,banyak konsep-konsep yang di berikan,seperti membuat
taman di bantaran sungai Kebonagung,mengikut sertakan peran masarakat dalam
perawatan sungai dan sekitarnya,mengkoordinir kolam-kolam yang berada di
wilayah TKD belakang Apartemen Sejahtera bekerjasama dengan Dinas
Pertanian,bahkan beliau sanggup membantu apa yang di inginkan dengan membuat
proposal untuk mendukung program yang akan kita jalankan. Kunjungan ketua LSM
Bangun Pertiwi berakhir di lokasi Tanah
Aset Pemerintah Kota Surabaya yang berada di dalam lingkungan Apartemen
Sejahtera dengan di iringi hujan yang lumayan deras.
|
KETUA LSM BANGUN PERTIWI,PETUGAS DPU BMP
DAN KADER LINGKUNGAN |
L.
PENGERUKAN SECARA MANUAL
Tanggal 16 maret kami mendapat
informasi bahwa alat pengeruk terhambat tidak bisa manufer dan
hampir mengenai rumah yang berada di wilayah pengerukan,Bego ambles
sehingga di putuskan bahwa alat berat
(Bego) akan di tarik dan di ganti dengan manual ( tenaga manusia )
berjumlah 20 personil.
Pengerukan
secara manual berjalan dengan lancar,hampir setiap hari di sela-sela kesibukan
selama 5 bulan kami menyempatkan untuk mengawasi jalannya pengerukan,dengan
harapan apabila ada sesuatu yang dibutuhkan oleh DPU BMP yang di bawa pengawasan Bpk Taufik
dan Bpk Rilo dapat dengan mudah teratasi.Alhamdulillah pengerukan secara manual
dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan suatu apapun dan dapat dilakukan
secara maksimal sampai di tepi dan ternyata di dalam sungai banyak benda-benda
yang semestinya tidak boleh di buang di situ,seperti kayu,batu bata bekas
bongkaran rumah dll.
|
PENGERUKAN
DEPAN BALAI RW I KEBONSARI |
|
PENGERUKAN
SECARA MANUAL DI WILAYAH KEBONSARI |
M. PENGERUKAN DI DEPAN SPBU KEBONSARI
pengerukan sungai Kebonagung dengan Bego di wilayah kecamatan Jambangan berakhir di depan SPBU Kebonsari,semua berjalan dengan lancar,yang di mulai tanggal
19 sampai 25 April 2012 dengan menggunakan bego Long sehingga bisa
menjangkau secara keseluruhan.Pada tanggal 08 Mei 2012,pengerukan secara manual
berakhir di wilayah RT 03 RW I Kelurahan Kebonsari,dengan demikian selesai
sudah tugas kami selanjutnya menjadi tugas
bersama untuk menjaga pasca
pengerukan Sungai Kebonagung agar selalu
tampak bersih,indah dan asri.
|
Sungai
depan SPBU Kebonsari mengalami
pendangkalan dilakukan pengerukandengan bego |
|
Bpk
Taufik dari DPU BMP,Bpk Lurah Kebonsari,dan Bpk Abd.Rochman sedang
berkoordinasi |
|
ABD.ROCHMAN DAN SADAD DI
TUGASKAN OLEH DPUBMP MENJAGA PINTU AIR
/ MENGANTISIPASI BANJIR |
Setelah pengerukan,pintu air di depan SPBU Kebonsari di tutup total oleh DPU
BMP karena musim hujan, agar air hujan dapat tertampung maksimal di sungai
kebonagung.Namun warga banyak yang membutuhkan air karena bila sungai kering
akan menimbulkan bau yang tidak sedap,dengan kejadian tersebut kami
berkoordinasi dengan Bpk Taufik dan Bpk Gatot selaku koordinator dari DPUBMP
agar kunci di serahkan kepada kami selaku warga yang dekat dengan Pintu air
dengan tujuan agar dapat mengontrol kapan pada waktu di buka dan di tutup.Kami
berkoordinasi dengan pengurus RW I dan
LKMK untuk mengirimkan surat pengajuan mengendalikan pintu air dengan catatan kami sanggup membantu
untuk mengkondisikan debit air dan
bekerja sama dengan DPU BMP, pengajuan kami di kabulkan dengan terbitnya
SPJ.Penjaga pintu air ada 3 orang yaitu Abd.Rochman,sutrisno dan sadad.
N.
PASCA
PENGERUKAN SUNGAI KEBONAGUNG
Pada sekitaran Bulan Februari
2014 pembangunan rumah pompa telah selesai,berarti kurang lebih sekitar 10
Bulan proyek pembangunan rumah pompa di laksanakan,di iringi dengan pembangunan
saluran kebonsari tengah dekat perempatan arah utara,sepanjang ±80m.Dalam
pantauan kami pada waktu hujan turun ternyata fungsi dari rumah pompa masih
belum maksimal dikarenakan pendukung atau infrastrukturnya belum dilaksanakan.
Karena masih sering terjadi
banjir,pengurus RW I Kelurahan Kebonsari melayangkan surat ke Dinas PU Bina
Marga dan Pematusan Kota Surabaya untuk minta bantuan pengerukan di sungai
Kebonagung wilayah RW I Kebonsari.Pada tanggal 16 Februari 2014 warga
melakukan kerja bakti bersama Dinas PU
Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya dan di bantu juga dari Dinas Kebersihan
dan Pertamanan Kota Surabaya.
Pada tanggal 30 Maret 2014 dilakukan
pengerukan dengan bego di wilayah RW I Kelurahan Kebonsari dengan tujuan bila
musim hujan air bisa ditarik kearah rumah pompa,yang di mulai dari RT 03
sampai menuju perempatan kebonsari Tengah.Dalam pengerukan tersebut pengurus RW
I berkoordinasi dengan para RT yang wilayahnya berdekatan dengan sungai,di
antara koordinasi pembongkaran jembatan-jembatan untuk memperlancar jalannya
pengerukan.Pengurus RW juga melayangkan surat ke DPU BMP untuk memohon agar Dam
Miskot dekat makam RW I untuk tidak di bongkar total,melalui pertimbangan dan
kebijaksanaan akhirnya Dam tersebut tidak di bongkar,karena mengandung nilai
sejarah.
PEMBANGUNAN NORMALISASI SALURAN AIR
DI JL.KEBONSARI TENGAH UTARA PEREMPATAN ±80M
DOKOMENTASI
PENGERUKAN UNTUK MEMPERDALAM SUNGAI DI DEPAN BALAI RW I
KERJA BAKTI WARGA RW I KEBONSARI UNTUK MEMBERSIHKAN
BANTARAN SUNGAI
BERSAMA DPU BMP DAN DINAS KEBERSIHAN KOTA SURABAYA
O.
DAMPAK DARI
AIR SUNGAI YANG TIDAK MENGALIR
Pembangunan
rumah pompa di sungai kebonagung wilayah Kebonsari telah selesai,sejak
adanya rumah pompa,air sungai kebonagung sudah jarang mengalir seperti
biasanya,karena Dam dari sungai brantas di tutup,sehingga membawa dampak bagi
masyarakat sekitar di antaranya :
-
Air yang mengalir sebagian besar berasal dari limbah rumah tangga (air sisa cucian / detergen,limbah dari dapur, kamar
mandi dan sebagainya ). Bila yang mengalir di sungai banyak berasal dari Air limbah tersebut perlu diadakan penelitian dan kajian khusus,apa
dampaknya bagi lingkungan.
-
Sungai
menjadi,kotor, bau,sangat kelihatan coklat dan keruh.
Hal tersebut menimbulkan :
-
habitat yang ada di sungai sulit untuk berkembang bahkan cenderung
mati.
-
Di dalam sungai
banyak jentik-jentik nyamuk,lalat dan tikus.
-
Kehidupan
masyarakat di sekitar Sungai Kebonagung marasa kurang nyaman/terganggu.
-
Pengurus kampong bersama warga telah
melakukan upaya-upaya di antaranya :
-
Mengirimkan surat ke Dinas terkait.Terlampir.
-
Mengadakan kerjabakti masal pada Tanggal 16 Februari 2014 untuk mengadakan pembersihan di seputaran
bantaran sungai Kebonagung di bantu dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota
Surabaya dan dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Dan Pematusan Kota Surabaya.(
Memberikan bantuan Glangsing 500 Buah ).
-
Membuat surat himbaun kepada warga agar lebih meningkatkan kepedulian
terhadap lingkungan.
-
Melaporkan ke anggota Dewan pada waktu JASMAS untuk minta solusi,Bpk
Simon dan Ibu Reni,beliau langsung sidak ke lokasi.
Harapan yang di inginkan :
-
Segera di lakukan normalisasi/pembangunan infrastruktur pendukung
rumah pompa dan air bisa mengalir setiap hari.
|
Anggota DPRD Kota
Surabaya yang telah sidak ke Kebonsari ( Bpk Simon dan Ibu Reni ) |
P.
KELANJUTAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PENDUKUNG RUMAH
POMPA
Menginjak Bulan Juli 2014,kelanjutan pembangunan
pendukung rumah pompa Kebonsari (
infrastuktur ) di lanjut,dilakukan pengerukan dan plengsengan tepi sungai di
seputaran rumah pompa ke arah timur ± 500m tepatnya di wilayah RT 06 RW I Kelurahan
Kebonsari Belakang MCK,di dukung juga dengan pembongkaran jembatan perempatan
Kebonsari,pihak proyek mengintruksikan pembongkaran jembatan di mulai pada
tanggal 25 September sampai 5 Oktober 2014,hal tersebut di koordinasikan dengan
jajaran Polsek Jambangan dan RT,RW,LKMK,Lurah kebonsari untuk mensosialisasikan kepada
warga.
|
Penutupan jalan
Kebonsari tengah di bantu rekan-rekan MJC untuk mengatur LaLin |
PEMBANGUNAN RUMAH POMPA TELAH SELESAI BULAN DESEMBER
2014
|
Apa karena saluran pembuangan akhir dari jalan
kebonsari tengah di dekat rumah pompa terlalu sempit,atau ada sebab lain …..? mari kita kaji bersama. |
H I M B A U A N
T E N T A N G S U N G A I
Q.
HIMBAUAN TENTANG SEPUTARAN SUNGAI
STOP MEMBUANG SAMPAH,TINJA DAN
AIR LIMBAH KE SUNGAI !!!
MENGAPA
TIDAK BOLEH MEMBUANG SAMPAH,TINJA DAN AIR LIMBAH KE SUNGAI ?
I.
SAMPAH
Kalau tidak boleh
membuang sampah di sungai sebenarnya sudah banyak yang tahu dan juga faham
tentang dampaknya,namun karena kurangnya kesadaran dari sebagian indifidu yang
membuat ulah,banyak orang yang kena dampaknya,berarti membangkitkan kesadaran
tentang betapa pentingnya menjaga lingkungan harus di mulai dari diri sendiri
atau memberikan suatu pemahaman dengan cara memberikan penyuluhan,himbauan dan
peneguran secara langsung,dengan sering melakukan kerjabakti bersama-sama akan
memberikan dampak positif untuk mengajak kepada sebagian masyarakat yang belum
sadar tentang hal tersebut,andai kata tingkat kesadaran masyarakat sudah cukup tinggi
maka tidak perlu sering-sering di adakan kerja bakti karena di depan rumah atau
lingkungan masing-masing sudah bersih,kerja bakti sebenarnya berfungsi manakala
sesuatu hal tersebut tidak dapat di selesaikan secara indifidu,atau memang
untuk kepentingan umum.
Pada tahun 2014 dan 2015 RT
03,09,08 dan RT 10 RW I yang bersentuhan langsung dengan sungai Kebonaagung
telah mengikuti lomba kebersihan tingkat Kota Surabaya baik MDS maupun SGC dan
telah mendapat Juara,hal tersebut telah membuktikan bahwa kesadaran masyarakat
sudah sangat tinggi.
Bila kita bicara tentang sampah
maka tergantung pada diri kita sendiri,pemerintah kota Surabaya sudah terlalu
sering mensosialisasikan tentang pengelolaan sampah,sampai-sampai di adakan
lomba tahunan yaitu MDS ( Merdeka Dari Sampah ) SGC ( Surabaya Green And Clean
) dan lomba bantaran sungai,semua bertujuan untuk membangkitkan kesadaran warga kota Surabaya agar dapat bersama-sama peduli terhadap
lingkungan bahkan di berbagai wilayah telah didirikan bank sampah yang
bertujuan untuk mengelola sampah langsung dari sumbernya baik yang kering
maupun basah.
|
JANGAN MEMBUANG
SAMPAH SEMBARANGAN |
II.
TINJA
Masyarakat kita belum banyak yang
tau bahwa mengalirkan/membuang tinja di sungai sangat membahayakan bagi kesehatan,karena
tinja merupakan salah satu sumber penyakit yang dengan cepat menular.Sudah
banyak yang tau kalau tinja itu kotor namun tidak banyak yang tau tentang apa
yang terkandung di dalamnya.
Dibawah ini akan di sebutkan betapa bahayanya tinja bukan
hanya karena sisa makanan yang tidak dapat di cerna oleh tubuh namun juga
karena mikroorganisme berbahaya yang terkandung di dalamnya.
1.
Tinja adalah
sisa dan ampas makanan yang tidak dapat di cerna yang banyak mengandung
bakteri/mikroba.
2.
Dalam tinja
manusia terdapat bakteri e-koli-tinja dan bakteri pathogen yaitu bakteri yang
dapat menyebabkan penyakit pada manusia seperti Salmonela thypi ( tyfus ),Vibrio
cholera
( Kolera ),Virus hepatitis
A,polio dll.
3.
Jika
seseorang cacingan,sudah dapat di pastikan dalam tinjanya terdapat telur-telur
cacing.Beragam cacing dapat hidup dalam perut kita seperti cacing gelang,cacing
tanbang,cacing pita dll.
Bila tinja itu ada di sekitar
kita lalu di hinggapi oleh lalat dan lalat tersebut berkeliaran di sekitar
kita,apa yang terjadi ?
Sejak di bangun rumah Pompa di
wilayah Kebonsari yang di dukung dengan infrastruktur yang baik di sepanjang
sungai Kebonagung maka warga masyarakat Kebonsari yang biasanya sebagian ada
yang buang BAB di sungai,sekarang sudah tidak lagi.
IV.
PENGHIJAUAN EKOLOGIS
Keberadaan pohon
atau tanaman di lingkungan kita sangatlah penting,karena tanaman tidak hanya
menghasilkan oksigen tetapi dapat menyerap polutan yang dapat berbahaya bagi
kesehatan kita,di Kebonsari terutama di daerah bantaran sungai lahan untuk
ruang terbuka hijau sangat
terbatas.Untuk memaksimalkan keberadaan tanaman maka yang bisa dilakukan
adalah penghijauan ekologis.Maksudnya tanaman yang ditanam dipilih jenis yang
memiliki fungsi ekologis penting bagi manusia.Ada beberapa jenis tanaman yang
mempunyai kemampuan menyerap polutan lebih banyak atau menghasilkan
oksigen.Contoh tanaman yang menghasilkan oksigen lebih banyak/menyerap gas CO2
adalah Pohon trembesi/jenis tanaman yang berdaun kecil karena banyak
menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis.Untuk hal tersebut maka telah
dilakukan penanaman pohon di seputaran sungai yaitu di wilayah RT 03,09,06,08,09
dan RT 07 RW I.dengan adanya penghijauan di bantaran sungai maka keadaan
lingkunganpun menjadi asri.
|
PERENCANAAN
SUNGAI KEBONAGUNG SEBAGAI OBYEK
WISATA AIR OLEH POKDARWIS KEBONSARI |
R.
KESIMPULAN AKHIR / PENUTUP
Kami
selaku penulis sejarah tentang sungai kebon agung wilayah Kelurahan Kebonsari
berharap agar dengan penjabaran tentang
sejarah seputaran sungai Kebonagung beserta dokumentasinya di wilayah Kelurahan
Kebonsari mulai dari awal hingga akhir pantauan kami dapat di tarik
kesimpulan :
Ø
Sejarah masa lalu
akan tenggelam hanya tinggal cerita tanpa bukti kalau tidak ada yang peduli
untuk mendokumentasikan atau bercerita melalui tulisan dan semua akan terlewati
begitu saja tanpa kesan.
Ø
Keterlibatan
masyarakat sekitar sangat di butuhkan karena yang mengetahui kondisi
wilayahnya,betapa pentingnya kerjasama/sinergi antara masyarakat,pengurus
sebagai perwakilan masyarakat dan pemerintah kota untuk saling menunjang demi
terlaksananya pembangunan yang sesuai dengan harapan,karena suatu pembangunan
mustahil cepat terealisasi tanpa dukungan dari semua pihak.
Ø
koordinasi dengan
pengurus RT,RW,LKMK.Lurah dan masyarakat
terutama yang berada di dekat wilayah sungai baik melalui surat atau temu darat
sangatlah penting,untuk menjembatani antara kegiatan DPU BMP dan kepentingan
masyarakat,Alhamdulillah semua dapat berjalan dengan baik,termasuk membongkar
jembatan-jembatan untuk kelancaran jalannya pengerukan.
Ø
Kunci dari
penyelesaian permasalahan/keberhasilan
adalah tidak saling menyalahkan tapi saling bergandeng tangan,bahu
membahu,bergotong royong dengan tujuan yang sama dan berani berkorban.
Ø
Setelah kami
menuangkan kronologi/sejarah berkaitan dengan sungai Kebonagung dan telah
membuat himbauan-himbauan berkenaan dengan hal tersebut,mari kita benahi
perlahan-lahan dengan membuat konsep penataan yang baik sehingga apa yang kita
harapkan yaitu untuk mewujudkan kebonsari terbebas dari banjir,wilayahnya
tertata dengan rapi,bersih,asri,nyaman dan indah semoga dapat segera terwujud.
Ø
Kini sungai sudah
berubah fungsi,yang dulunya untuk irigasi,memandikan ternak dan tempat
berkembangnya habitat binatang air,kini sungai berfungsi untuk pembuangan air
limbah rumah tangga dan penampungan air hujan di kala musim hujan dan
pengendali banjir,maka harus sering-sering kita kontrol dan awasi agar selalu
bersih,kalau bukan kita siapa lagi ?
Ø
Mari kita kondisikan
wilayah kita dengan semboyan ‘’RUMAHKU ADALAH ISTANAKU’’ dalam makna,istana itu
indah,tidak ada kotoran yang berserakan,bila masing-masing rumah sudah bersih
dan indah otomatis wilayahnya juga demikian,dalam arti semua harus di mulai
dari diri sendiri.
Ø
Selanjutnya kami
ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya
sekilas tentang cerita dalam tulisan ini terutama kepada segenap rekan-rekan
dari Jajaran Dinas PU Bina Marga Dan Pematusan Kota Surabaya atas terkabulnya
permohonan kami untuk tidak membongkar secara keseluruhan bangunan Dam Miskot
yang merupakan sejarah terkait dengan keberadaan sungai kebonagung.
Ø
Kurang lebihnya
mohon ma’af bila ada yang kurang berkenan,semoga kita senantiasa diberi
kesehatan jasmani dan ruhani agar dapat melaksanakan aktifitas dengan baik.Amin
Ya Robbal ‘Alamin.
Wassalam
ABDUL
ROCHMAN
|
PEMBONGKARAN
JEMBATAN PEREMPATAN JALAN KEBONSARI TENGAH |
|
PENUTUPAN JALAN
DI BANTU OLEH MJC |
|
PEMASANGAN BOX
CULVERT JEMBATAN DI PEREMPATA JALAN
KEBONSARI TENGAH |
|
PENGERJAAN
PLENGSENGAN TIMUR PEREMPATAN KEBONSARI |
|
KONDISI
TERAKHIR SETELAH PLENGSENGAN SELESAI DESEMBER 2014 BIBIR SUNGAI
YANG TIDAK DI PONDASI PENYANGGA MENGALAMI LONGSOR |
|
KONDISI
TERAKHIR RUMAH POMPA AKHIR TAHUN 2014 |
Komentar
Posting Komentar